Senin, 17 Februari 2014

RPP Teks


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan      : SMA Negeri
Kelas                           : X
Semester                      : 1
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Topik                           : Teks Eksposisi
Jumlah Pertemuan       : 4 kali pertemuan

A.      Kompetensi yang diharapkan
1.         Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2.         Menghargai dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.         Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradabanterkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.         Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah absrak terkait dengan pengembanagan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu manggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan


B.       Kompetensi Dasar
1.         Mensyukuri anugrah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.
2.         Menunjukkan perilaku jujur, tanggungjawab dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk menunjukkan tahapan langkah yang telah ditentukan.
3.         Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan.
4.         Menginterpretasi makna teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik secar lisann maupun tulis.

C.       Indikator Pencapaian Kompetensi
1.      Menggunakan bahasa Indonesia untuk sarana kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah dalam bentuk lisan dan tulis.
2.      Memiliki perilaku jujur, tanggungjawab dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia.
3.      Menentukan struktur teks eksposisi.
4.      Menentukan isi teks eksposisi.
5.      Mengidentifikasi penggunaan bahasa teks eksposisi.
6.      Menginterpretasi teks eksposisi.

D.      Tujuan Pembelajaran
1.         Siswa dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk sarana kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah.
2.         Siswa mampu berperilaku kreatif, tanggung jawab, dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia.
3.         Setelah membaca dan memahami wacana teks eksposisi yang diberikan guru, siswa dapat menentukan struktur teks eksposisi dengan tepat.
4.         Setelah menentukan struktur teks eksposisi, siswa dapat menentukan isi teks eksposisi dengan tepat.
5.         Setelah menentukan isi teks eksposisi, siswa mampu mengidentifikasi penggunaan bahasa teks eksposisi dengan tepat.
6.         Setelah mengidentifikasi penggunaan bahasa teks eksposisi, siswa dapat menginterpretasikan teks eksposisi dengan tepat.

E.       Materi Ajar
a.       Struktur teks eksposisi
b.      Ciri-ciri bahasa teks eksposisi
c.       Makna kata dan istilah

F.        Metode Pembelajaran
a.       Penugasan
b.      Kerja kelompok
c.       Tanya jawab
d.      Diskusi
e.       Ceramah

G.      Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 6,
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.         Peserta didik merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.         Peserta didik menerima informasi tetang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3.         Peserta didik menerima informasi kompetensi materi, tujuan, manfaat dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
10 menit

Inti
1.         Siswa dibagi dalam dua kelompok besar. Setiap kelompok besar dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri atas kelompok ekonom, kelompok politisi, dan kelompok buruh.
2.         Siswa berdiskusi tentang isi teks “BEI Terapkan Perubahan Jam Dagang Menjadi Jam 9 Pagi Mulai Januari 2013” serta kecenderungan yang mendukung sisi ekonom, politisi, dan buruh/pekerja.
3.         Perwakilan kelompok menampilkan yang telah dibuat di depan kelas.
4.         Kelompok lain menanggapi apa yang telah dibuat di depan kelas.
5.         Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru.
6.         Siswa menulis teks eksposisi dari sisi setuju dan tidak setuju terhadap perdagangan bebas.
7.         Beberapa orang siswa menampilkan yang telah dibuat di depan kelas.
8.         Siswa lain menanggapi apa yang telah dibuat di depan kelas.
9.         Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru.
70 menit

Penutup
1.         Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.         Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan.
3.         Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
4.         Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran.
10 menit


Pertemuan 7,
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.         Peserta didik merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.         Peserta didik menerima informasi tetang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3.         Peserta didik menerima informasi kompetensi materi, tujuan, manfaat dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
10 menit

Inti
1.         Siswa membaca teks eksposisi “Wow, Kepuasan Atas Jalannya Reformasi Berada Pada Titik Terendah Pada Tahun Ini”.
2.         Siswa memilih urutan jawaban terbaik sesuai dengan struktur teks eksposisi.
3.         Siswa menulis ulang paragraf teks eksposisi yang belum berurutan sehingga menjadi teks eksposisi yang baik.
4.         Beberapa orang siswa menampilkan yang telah dibuat di depan kelas.
5.         Siswa lain menanggapi apa yang telah dibuat di depan kelas.
6.         Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru.
7.         Siswa secara bergantian menjelaskan fungsi juga, bahkan, dan dengan demikian, di depan kelas.
8.         Siswa lain menanggapi apa yang telah dibuat di depan kelas.
9.         Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru.
70 menit

Penutup
1.         Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.         Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan.
3.         Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
4.         Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran.
10 menit


Pertemuan 8,
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.         Peserta didik merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
2.         Peserta didik menerima informasi tetang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
3.         Peserta didik menerima informasi kompetensi materi, tujuan, manfaat dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
10 menit

Inti
1.         Siswa mencari teks eksposisi ekonomi dan politik dari media cetak atau elektronik serta mengemukakan pendapat dengan menulis teks eksposisi berdasarkan pemahaman dan pengalaman masing-masing.
2.         Siswa mengecek teks eksposisi yang dicari dari media cetak koran, majalah, atau internet tersebut dan menentukan teks itu apakah sudah sesuai dengan struktur teks eksposisi atau belum.
3.         Siswa memodifikasi teks tersebut agar menjadi teks eksposisi yang tepat jika teks yang ditemukan siswa bukan teks eksposisi.
4.         Beberapa orang siswa menampilkan yang telah dibuat di depan kelas.
5.         Siswa lain menanggapi apa yang telah dibuat di depan kelas.
6.         Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru.
70 menit

Penutup
1.         Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.         Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan.
3.         Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
4.         Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran.
10 menit


H.  Alat dan Sumber Bahan
Sumber      : Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik kelas X, KBBI
Media        : LCD, Tayangan Video, Contoh laporan hasil observasi
I.     Penilaian
1.    Penilaian Proses
       
No.
Aspek yang Dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
Instrumen Penilaian
Ket.
1.
Religius
Pengamatan
Proses
Lembar Pengamatan
Hasil Penilaian no. 1 dan 2 untuk masukan pembinaan dan informasi guru agama & PKn
2.
Tanggung Jawab
3.
Peduli
4.
Responsif
5.
Santun

2.      Penilaian Hasil
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik
Penilaian
Bentuk
Penilaian
Instrumen
Mengidentifikasi teks eksposisi
Tes tertulis
Isian
1.     Identifikasilah ciri-ciri teks eksposisi!
Membedah struktur teks eksposisi
Test tertulis
Uraian
Bedahlah struktur teks eksposisi, kemudian terapkan pada teks eksposisi  “Wow, Kepuasan Atas Jalannya Reformasi Berada Pada Titik Terendah Pada Tahun Ini”!

Kunci Jawaban
1.      Identifikasi teks eksposisi:
Berisi paparan informasi
Cenderung bersifat abstrak
Terdapat tesis, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat
2.      Bebas Sesuai
.

3.      Pedoman Penskoran
a.       Soal nomor 1
Aspek
Skor
Peserta didik menjawab benar
50
Peserta didik menjawab tidak lengkap
30
Peserta didik menjawab salah
10

b.      Soal nomor 2
Aspek
Skor
Peserta didik menjawab benar
50
Peserta didik menjawab tidak lengkap
30
Peserta didik menjawab salah
10













Pengamatan Sikap

Mata Pelajaran            : ...............................................................
Kelas/ Semester           : ...............................................................
Tahun Ajaran              : ...............................................................
Waktu pengamatan     : ...............................................................
Indikator perkembangan sikap religius tanggung jawab, peduli, responsip, dan santun
1.      Belum Tampak (BT) jika sama sekali tidak menunjukan usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas
2.      Mulai Tampak (MT) jika menunjukan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg atau konsisten
3.      Mulai Berkembang (MB) jika menunjukan ada usahasungguh-sungguh dalm menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg atau  konsisten
4.      Membudaya (MK) jika menunjukan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara terus-menrus dan ajeg atau konsisten
Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan
No.
Nama Siswa
Religius
Tanggung Jawab
Jujur
Disiplin
Santun
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
BT
MT
MB
MK
1.
2.
3.
4.
5.
...
Keterangan:
5          : Kurang
6          : Sedang
7          : Baik
8          : Sangat Baik

4.Tugas

Pertamina Akan Bangun SMP Di Semua Jenis Mobil

PT Pertamina (Persero) sedang membangun Sistem Monitoring dan Pengendalian (SMP), antaralain pemasangan RFID (Radio frequency identification) termasuk di mobil pribadi. Upaya ini masih menunggu aturan dari pemerintah keluar.
“Kita tunggu aturan dari pemerintah dulu, karena yang kita pasang juga di kendaraan milik pribadi, jika tanpa dasar hukum kita bisa dituntut yang punya mobil kok masang-masang alat di mobil miliknya,” kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir kepada detikFinance, Minggu (7/4/2013).
Seperti diketahui RFID ini yang termasuk dalam sistem SMP ini nantinya dapat merekam data transaksi penjualan BBM yang terdiri dari transaksi penjualan per produk, per di spenser, per nozzel, per periode waktu, lokasi SPBU dan jumlah transaksi.
Sistem ini juga akan mendata transaksi pelanggan yang terdiri dari identitas kendaraan pelanggan (Nopol), identitas pelanggan (nama dan alamat), perilaku pembelian pelanggan (volume, waktu, frekuensi pembelian , lokasi SPBU dan lainnya). Pada fase ini sudah bisa dilakukan pengendalian BBM subsidi secara terbatas.
Namun jika pemerintah ingin menerapkan aturan pengendalian BBM subsidi ke kendraan pribadi (plat hitam) nantinya Pertamina akan memberikan setiap kendaraan “smart card” yang berisi volume kuota konsumsi BBM subsidi bulanan.
Top-up kuota akan dilakukan secara otomatis oleh sistem setiap bulan, jika kuota sudah habis sebelum masanya, konsumen tidak bisa mengisi BBM subsidi atau dapat mengkonsumsi BBM non subsidi.
Menurut Ali, jika ini dilakukan oleh Pertamina, maka perlu adanya dukungan dari Pemerintah.
“Perlu adanya peraturan dari pemerintah (Menteri) atau BPH Migas, bahwa setiap kendaraan baik itu roda dua, roda empat wajib dipasang RFID Tag, perlu dukungan dari pemerintah atau instansi terkait tentang penyiapan master data kendaraan (POLRI/Samsat), Pembuatan aturan tentang pengaturan konsumsi BBM subsidi oleh Pemerintah pusat/Pemda,” tandasnya.
Analisis teks di atas berdasarkan:
a.    Identifikasilah ciri-ciri teks eksposisi!
b.    Bedahlah teks tersebut berdasarkan strukturnya!













Lampiran

 

Wow, Kepuasan Atas Jalannya Reformasi

 Berada Pada Titik Terendah Pada Tahun Ini

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei menyangkut kepuasan masyarakat terhadap era reformasi yang sudah bergulir 15 tahun terakhir.
Hasilnya, mayoritas publik semakin pesimis dengan pelaksanaan aneka agenda reformasi terus menurun sejak 15 lalu.
“Di tahun 2013, kepuasan atas jalannya reformasi berada pada titik terendah. Hasil survei kami, kepuasan publik hanya 31,4 persen. jika keadaan ini berlanjut, ini sesuatu yang harus kita anggap berbahaya,” jelas peneliti LSI, Ardian Sopa, dalam konferensi pers dengan tema ’2014 Momentum Reformasi Jilid Dua’ di Kantor LSI Denny JA di Graha Dua Rajawali Jl. Pemuda No. 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (26/5/2013).
Dalam survei yang dilakukan 21-23 mei 2013, menggunakan metode multistage random sampling dan quick poll smartphone LSI, sebanyak 1200 responden memberikan jawabannya. Tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Margin error 2,9 persen.
Dalam survei yang dilakukan LSI dengan pertanyaan sama tentang kepuasan terhadap reformasi pada tahun 2008 dan tahun 2010, angka persentasenya terus menurun.
“Tahun 2008, mereka yang puas 45,42 persen. Tahun 2010 merosot ke angka 40,7 persen. Artinya dalam selang 5 tahun turun sekitar 14 persen,” lanjutnya.
Menurut Ardian, makin matang usia reformasi justru optimisme publik terhadap reformasi makin meredup. Reformasi pun dinilai sudah dibajak oleh pemimpin dan politisi yang tak diharap.



BEI Terapkan Perubahan Jam Dagang Menjadi Jam 9 Pagi Mulai Januari 2013

Bursa Efek Indoensia (BEI) siap menerapkan perubahan jam perdagangan atau dimajukan 30 menit menjadi pukul 09.00 WIB, pada 2 Januari 2013. Ini tertuang dalam revisi peraturan nomor II-A tentang perdagangan efek bersifat ekuitas.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Samsul Hidayat menjelaskan, revisi peraturan yang paling pokok adalah pemajuan 30 menit lebih awal dari perdagangan yang berlaku saat ini, pukul 9.30. Tentu dengan pemajuan ini akan mendekatkan waktu perdagangan denga bursa lain di regional.
“Agar BEI tidak hanya menjadi follower dan dapat menjadi alternatif pilihan investasi untuk alokasi portofolio pelaku asing. Dan memberi waktu lebih nyaman bagi investor di Indonesia bagian tengah dan timur,” kata Samsul di kantornya, Kamis (29/11/2012).
Selain pemajuan jam perdagangan 30 menit, BEI juga menerapkan sesi pra-penutupan atau pre-closing untuk perdagangan di pasar reguler. Tujuannya meminimalkan marking the close serta meningkatkan kualitas pasar, khususnya pada saat penutupan perdagangan.
“Akan ada pula penerapan sesi pasca penutupan atau post-trading untuk perdagangan di pasar reguler, guna memberikan kesempatan bagi nasabah untuk menutup atau melengkapi posisi transaksinya,” tambah Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Andre PJ Toelle.
Secara teknis, perubahan waktu perdagangan antara lain sesi pre-opening pada order entry berubah dari 09.10-09.25 menjadi 08.45-08.55. Pre-opening untuk pembentukan harga pembukaan dan alokasi transaksi pada harga pembukaan dari awalnya pukul 09.25-09.29.59 menjadi 08.55.01-08.59.99.
Sementara periode sesi I (Senin-Kamis) pada seluruh pasar menjadi 09.00 hingga 12.00 dan dilanjutkan sesi II pada pukul 13.30-15.49.59. Khusus hari Jumat sesi I berlaku mulai pukul 09.00-11.30, dan sesi II 14.00-15.49.59.
“Khusus pasar negosiasi di sesi II pada Senin-Kamis berlaku mulai 13.30-16.15, dan Jumat 14.00-16.15,” ucapnya.
Andre menyebut, terdapat pula penyempurnaan ketentuan saham yang dapat diperdagangkan pada sesi pre-opening. Sebelumnya hanya berlaku pada saham-saham LQ-45, dan kini ditambah dengan saham emiten yang tengah melakukan aksi korporasi.
“Penetapan batas auto rejection untuk saham penawaran umum atau IPO di perdagangan perdana juga sebesar dua kali dari presentase biasa. Batas AO untuk saham bernilai 50-200 adalah 35%, 200-5.000 AO 25% dan saham di atas 5.000 batas AO 20%. Berarti jika IPO, batas AO dua kali lipat,” jelas Andre.
Pokok perubahan aturan lain, menurut Samsul adalah penambahan kewajiban penyampaian laporan pesanan titipan kepada Bursa bagi Anggota Bursa (AB) yang memberi pesenan titip jual dan atau beli. “Kami juga menyediakan dasar hukum pelaksanaan koreksi Trading-ID atas transaksi Bursa,” tegasnya.
BEI juga kembali mengatur pelaksanaan transaksi di pasar negosiasi, antara lain:
  • Untuk saham dengan previous price sama dengan harga minimum (Rp 50), tidak lagi diperlukan pelaporan alasan dan tujuan kepada Bursa apabila harga transaksi di pasar negosiasi berada di luar tentang Auto Rejection.
  • Penghapusan batasan volume maksimum atau setara 2 miliar lembar, karena sudah terjadi upgrade sistem ke JATS Next-G.
  • Transaksi Bursa di pasar negosiasi dapat diselesaikan tanpa menyerahkan efek dan dana sesuai kesempatan para pihak.
) siap menerapkan perubahan jam perdagangan atau dimajukan 30 menit menjadi pukul 09.00 WIB, pada 2 Januari 2012. Ini tertuang dalam revisi peraturan nomor II-A tentang perdagangan efek bersifat ekuitas.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Samsul Hidayat menjelaskan, revisi peraturan yang paling pokok adalah pemajuan 30 menit lebih awal dari perdagangan yang berlaku saat ini, pukul 9.30. Tentu dengan pemajuan ini akan mendekatkan waktu perdagangan denga bursa lain di regional.
“Agar BEI tidak hanya menjadi follower dan dapat menjadi alternatif pilihan investasi untuk alokasi portofolio pelaku asing. Dan memberi waktu lebih nyaman bagi investor di Indonesia bagian tengah dan timur,” kata Samsul di kantornya, Kamis (29/11/2012).
Selain pemajuan jam perdagangan 30 menit, BEI juga menerapkan sesi pra-penutupan atau pre-closing untuk perdagangan di pasar reguler. Tujuannya meminimalkan marking the close serta meningkatkan kualitas pasar, khususnya pada saat penutupan perdagangan.
“Akan ada pula penerapan sesi pasca penutupan atau post-trading untuk perdagangan di pasar reguler, guna memberikan kesempatan bagi nasabah untuk menutup atau melengkapi posisi transaksinya,” tambah Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Andre PJ Toelle.
Secara teknis, perubahan waktu perdagangan antara lain sesi pre-opening pada order entry berubah dari 09.10-09.25 menjadi 08.45-08.55. Pre-opening untuk pembentukan harga pembukaan dan alokasi transaksi pada harga pembukaan dari awalnya pukul 09.25-09.29.59 menjadi 08.55.01-08.59.99.
Sementara periode sesi I (Senin-Kamis) pada seluruh pasar menjadi 09.00 hingga 12.00 dan dilanjutkan sesi II pada pukul 13.30-15.49.59. Khusus hari Jumat sesi I berlaku mulai pukul 09.00-11.30, dan sesi II 14.00-15.49.59.
“Khusus pasar negosiasi di sesi II pada Senin-Kamis berlaku mulai 13.30-16.15, dan Jumat 14.00-16.15,” ucapnya.
Andre menyebut, terdapat pula penyempurnaan ketentuan saham yang dapat diperdagangkan pada sesi pre-opening. Sebelumnya hanya berlaku pada saham-saham LQ-45, dan kini ditambah dengan saham emiten yang tengah melakukan aksi korporasi.
“Penetapan batas auto rejection untuk saham penawaran umum atau IPO di perdagangan perdana juga sebesar dua kali dari presentase biasa. Batas AO untuk saham bernilai 50-200 adalah 35%, 200-5.000 AO 25% dan saham di atas 5.000 batas AO 20%. Berarti jika IPO, batas AO dua kali lipat,” jelas Andre.
Pokok perubahan aturan lain, menurut Samsul adalah penambahan kewajiban penyampaian laporan pesanan titipan kepada Bursa bagi Anggota Bursa (AB) yang memberi pesenan titip jual dan atau beli. “Kami juga menyediakan dasar hukum pelaksanaan koreksi Trading-ID atas transaksi Bursa,” tegasnya.
BEI juga kembali mengatur pelaksanaan transaksi di pasar negosiasi, antara lain:
Untuk saham dengan previous price sama dengan harga minimum (Rp 50), tidak lagi diperlukan pelaporan alasan dan tujuan kepada Bursa apabila harga transaksi di pasar negosiasi berada di luar tentang Auto Rejection.
Penghapusan batasan volume maksimum atau setara 2 miliar lembar, karena sudah terjadi upgrade sistem ke JATS Next-G.
Transaksi Bursa di pasar negosiasi dapat diselesaikan tanpa menyerahkan efek dan dana sesuai kesempatan para pihak.



















            BAHAN AJAR TEKS EKSPOSISI

Satuan Pendidikan      : SMA Negeri 3 Bukittinggi
Kelas/Semester            : X/1
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Topik                           : Teks Eksposisi
Alokasi Waktu            : 2 x 45 menit (11kali pertemuan)

A.    Kompetensi Dasar
1.3 Mensyukuri anugrah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya   sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.
2.3  Menunjukkan perilaku jujur, tanggungjawab dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk menunjukkan tahapan langkah yang telah ditentukan.
3.1 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan.
4.1 Menginterpretasi makna teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik secar lisann maupun tulis.

B.     Indikator Pencapaian Kompetensi
1.3.1 Menggunakan bahasa Indonesia untuk sarana kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah dalam bentuk lisan dan tulis.
2.3.1 Memiliki perilaku jujur, tanggungjawab dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia.
3.1.1 Menentukan struktur teks eksposisi.
3.1.2 Menentukan isi teks eksposisi.
3.1.3 Mengidentifikasi penggunaan bahasa teks eksposisi.
4.1.1 Menginterpretasi teks eksposisi.

C.    Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk sarana kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah.
2.      Siswa mampu berperilaku kreatif, tanggung jawab, dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia.
3.      Setelah membaca dan memahami wacana teks eksposisi yang diberikan guru, siswa dapat menentukan struktur teks eksposisi dengan tepat.
4.      Setelah menentukan struktur teks eksposisi, siswa dapat menentukan isi teks eksposisi dengan tepat.
5.      Setelah menentukan isi teks eksposisi, siswa mampu mengidentifikasi penggunaan bahasa teks eksposisi dengan tepat.
6.      Setelah mengidentifikasi penggunaan bahasa teks eksposisi, siswa dapat menginterpretasikan teks eksposisi dengan tepat.


D.    PENGANTAR / ORIENTASI
Setiap orang pasti pernah mendengar atau membaca teks eksposisi, bukan?Namun apakah setiap orang yang pernah mendengar dan membaca teks eksposisi tersebut tau dengan apakah itu teks eksposisi?Kebanyakan orang hanya tau bahwa teks eksposisi adalah teks yang bersifat memberikan informasi kepada seseorang, namun mereka tidak mengetahui struktur, dan isi dari teks eksposisi tersebut.
Berikut ini kita akan mempelajari tentang teks eksposisi dan hal-hal yang terkait dengan teks eksposisi, maka setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa dapat: (1) mengetahui pengertian teks eksposisi, (2) mengetahui ciri-ciri teks eksposisi, (3) mengetahui jenis-jenis teks eksposisi, (4) mengetahui struktur teks eksposisi, (5) mengetahui isi teks eksposisi dan mengetahui penggunaan bahasa teks eksposisi.
E.     MATERI
1.      Pengertian Teks Eksposisi
Teks Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca.Karangan eksposisi bersifat ilmiah/nonfiksi.Sumber karangan ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman.
Paragraf Eksposisi tidak selalu terbagi atas bagian-bagian yang disebut pembukaan, pengembangan, dan penutup.Hal ini sangat tergantung dari sifat karangan dan tujuan yang hendak dicapai.
2. Ciri-ciri Teks Eksposisi
a. Berupa tulisan yang memberikan pegertian dan pengetahuan
b. Menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana
c. Disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa
d. Bersifat netral, dalam artian tidak memihak, dan memaksakan sikap penulis terhadap pembaca
e. Adanya definisi atau pengertian dari sebuah istilah yang sedang dibahas. Dengan adanya ciri tersebut akan semakin meningkatkan kesan valid tidaknya informasi dalam paragraf tersebut. Hal ini akan semakin penting manakala dibarengi dengan penjelasan lanjutan yang memadahi.
f. Adanya langkah,metode atau cara yang digunakan dalam proses yang sedang dibahas. Masih dengan tujuan yang sama dengan poin nomer 1, item ini juga akan membuat tulisan kita lebih informatif dan berbobot.
g. Disajikan secara objektif. Objektivitas ialah salah satu hal yang paling penting dalam menulis paragraf eksposisi.Seorang penulis tidak diperkenankan untuk memberikan pemikiran atau pendapat pribadi dalam karangan paragraf eksposisinya.Lebih lebih seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidak boleh ada unsur persuasif atau paksaan dalam jenis paragraf ini.
h. berusaha menjelaskan tentang sesuatu
i. gaya tulisan bersifat informative
j. fakta dipakai sebagai alat kontribusi
k. Bersifat nonfiksi/ilmiah
l. Berdasarkan fakta
m. Berusaha menjelaskan tentang sesuatu
n. Tidak bermaksud mempengaruhi

1.      Jenis-jenis Teks Eksposisi
Berikut ini jenis-jenis paragraf eksposisi beserta contoh
a.       Eksposisi klasifikasi
Contoh
Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya.Warga yang rumahnya rusak ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta.Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta.Warga yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sekitar 30 juta.Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM.

b.      Eksposisi ilustrasi
Contoh
Cengkeh, pohon yang tetap hijau.sysygium aromatikum (eugenia-carllophulinta), asli di kepualauan maluku.kuncup bunganya yang belum terbuka ialah rempahnya yang penting. disamping pengguanaan terpenting sebagai rempah-rempah, kuncup bunganya yang berbentuk paku. Jika sudah dikeringkan, dipakai di pulau jawa sebagai campuran tembakau, lebih-lebih sesudah tahun 1915 dengan pesatnya perusahaan rokok kretek di kudus dan di tempat-tempat selain itu. lalu, kadang-kadang sesudah digiling digunakan untuk mengharumkan kue, juga menghasilkan minyak uap yang digunakan sebagai bahan obat-obatan dan minyak wangi.

c.       Eksposisi perbandingan
Contoh
Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya.Yang banyak adalah penggemarnya.Berbeda dengan olah raga jalan kaki.Peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki.

d.      Eksposisi pertentangan
Contoh
Orang yang gemar bersepeda umumnya orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.

e.       Eksposisi laporan
Contoh
Sebenarnya, bukan hanya ITS yang menawarkan rumah instan sehat untuk Aceh atau dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A).Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga menawarkan Risha alias Rumah Instan Sederhana Sehat. Modelnya hampir sama, gampang dibongkar-pasang, bahkan motonya Pagi Pesan, Sore Huni. Bedanya, sistem struktur dan konstruksi Risha memungkinkan rumah ini berbentuk panggung.Harga Risha sedikit lebih mahal, Rp 20 juta untuk tipe 36.akan tetapi, usianya dapat mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton bertulang, diperkuat pelat baja di bagian sambungannya. Kekuatannya terhadap gempa juga telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam.

f.       Eksposisi  proses
Contoh
Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata.Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis.Misalnya, di Desa Piyungan.Sampai saat ini, warga Desa Piyungan hanya makan singkong.Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga.Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan.Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata.

g.      Eksposisi definisi
Contoh
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen ,urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.

h.      Eksposisi Induktif
Contoh
Sebuah rumah warga di kecamatan Purbalingga Wetan kemasukan pencuri.Saat itu rumah kosong dan tak terkunci.Pemilik rumah mengaku sedang pergi berbelanja ke warung yang jauhnya hanya 2 kompleks dari rumahnya.Tak ada saksi yang mengetahui.Hanya ada bukti bekas almari yang di buka secara paksa.Diduga jumlah nilai barang yang dicuri mencapai puluhan juta rupiah.

i.        Eksposisi Deduktif
Contoh
Banjir besar terjadi di berbagai daerah di ibukota.Diduga ini disebabkan oleh tingginya curah hujan dan sampah-sampah yang menyumbat saluran air.Nasib buruk masih menimpa daerah-daerah tersebut karena banjir masih tinggi, bantuan berupa obat-obatan serta bahan makanan sulit didistribusikan ke daerah-daerah tersebut.

2.      Struktur Teks Eksposisi
a.       Pernyataan pendapat atau tesis
b.      Argumentasi
c.       Penegasan ulang pendapat

3.      Penggunaan Bahasa Teks Eksposisi
a.       Teks eksposisi tersebut dapat dikatakan sebagai teks ilmiah. Dalam teks tersebut terkandung pronomina atau kata ganti saya dan kita. Dalam teks eksposisi boleh menggunakan pronomina kita atau saya. Akan tetapi, kita tidak boleh meletakkan pronomina itu di sembarang tempat.
b.      Kata-kata leksikal (nomina, verba, adjektiva, dan adverbia) tertentu dimanfaatkan pada teks eksposisi.
Contoh
“Jika penghuni kawasan Asean dituntut hanya berbahasa Inggris, saya percaya bahwa posisi bahasa Indonesia akan bergeser di negeri kita sendiri”.
Kata percaya tergolong ke dalam verba yang menyatakan persepsi.Kata-kata yang sejenis adalah yakin, optimistis, potensial, dan sebagainya. Kata-kata tersebut dapat dinyatakan sebagai verba atau nomina sehingga kata-kata itu akan berubah menjadi mempercayai/kepercayaan, meyakini/keyakinan, mempunyai optimisme/ optimisme, dan berpotensi/potensi.
c.       Untuk memperkuat argumentasi, kata hubung atau konjungsi dapat dimanfaatkan. Idealnya, argumentasi tidak disajikan secara acak. Kata hubung dapat digunakan untuk menata argumentasi dengan cara mengurutkan dari yang paling kuat menuju ke yang paling lemah atau sebaliknya.
F.     Evaluasi
1.      Jelaskan pengertian teks eksposisi!
2.      Tulislah sebuah teks eksposisi!
3.      Tentukan struktur teks yang telah dibuat tersebut!

G.    Kepustakaan
Kemendikbud.2013.Buku Guru Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik.  
       Jakarta: Kemendikbud.

























LKS
Teks Eksposisi
Text Box: Nama* : ________________________  Kelas: _____ Tanggal: __________
Kelompok* : _____________   Nama Anggota:   
                         (1) _______________________,         (2) _______________________,

                         (4) _______________________,    (5) _______________________



A.      Kompetensi Dasar
1.      Mensyukuri anugrah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.
2.      Menunjukkan perilaku jujur, tanggungjawab dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk menunjukkan tahapan langkah yang telah ditentukan.
3.      Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan.
4.      Menginterpretasi makna teks anekdot, eksposisi, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik secar lisann maupun tulis.

B.       Indikator Pencapaian Kompetensi
1.      Menggunakan bahasa Indonesia untuk sarana kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah dalam bentuk lisan dan tulis.
2.      Memiliki perilaku jujur, tanggungjawab dan disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia.
3.      Menentukan struktur teks eksposisi.
4.      Menentukan isi teks eksposisi.
5.      Mengidentifikasi penggunaan bahasa teks eksposisi.
6.      Menginterpretasi teks eksposisi.

C.       Ringkasan Materi
Teks eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca.
Ciri-ciri tek esposisi adalah (1) berupa tulisan yang memberikan pengertian dan pengetahuan, (2) menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana, (3) disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa, (4) bersifat netral, dalam artian tidak memihak dan memaksakan sikap penulis terhadap pembaca, (5) adanya definisi atau pengertian dari sebuah istilah yang sedang dibahas,dll.
Jenis teks eksposisi adalah (1) eksposisi klasifikasi, (2) eksposisi ilustrasi, (3) eksposisi perbandingan, (4) eksposisi pertentangan, (5) eksposisi laporan, (6) eksposisi proses, (7) eksposisi definisi, (8) eksposisi induktif, dan (9) eksposisi deduktif.
Struktur teks eksposisi terdiri atas pernyataan pendapat atau tesis, argumentasi, dan penegasan ulang pendapat.
Penggunaan bahasa teks ekposisi adalah bahasa ilmiah, kata-kata leksikal, dan konjungsi.
D.  Tugas

Otonomi Sekolah, Tingkatkan Mutu

Manajemen berbasis sekolah adalah prinsip program bantuan operasional sekolah meningkatkan mutu pembelajaran siswa di sekolah. Tujuh tahun berjalan, program itu dapat memastikan setiap anak sekolah karena alokasi dana mencakup 100 persen biaya operasional SD-SMP.
Hal itu mengemuka pada diskusi ”Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi Generasi Emas Indonesia” yang diadakan Bank Dunia, Jumat (13/7), di Jakarta.
Berdasarkan Preliminary Results Draft Public Expenditure Review Bank Dunia 2012, penggunaan dana dalam kewenangan sekolah terkait hasil belajar. Semakin fleksibel penggunaan dana, nilai siswa lebih baik. Pada program BOS, lebih dari 80 persen dana menjadi kewenangan sekolah.
Menurut Kepala Sektor Pembangunan Manusia Bank Dunia Mae Chu Chang, program BOS mendorong transformasi dari sistem terpusat ke manajemen berbasis sekolah. Itu membuat sumber dana dikendalikan sekolah berikut tanggung jawab perencanaan dan pengelolaannya.
”Ini juga terjadi di negara lain, seperti AS, Inggris, dan Hongkong,” kata Chang.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, hasil studi Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) 2011 menyebutkan, tingkat otonomi dan akuntabilitas sekolah memengaruhi hasil belajar. Peran BOS memperkuat manajemen berbasis sekolah kian penting.

Komite sekolah
Hanya saja, lanjut Chang, peran komite sekolah dalam manajemen berbasis sekolah ini sangat vital. Komite sekolah harus berisi wakil orangtua yang anaknya bersekolah di sekolah itu karena akan lebih peduli dan teliti mengawasi.
Hal sama dikatakan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan. Manajemen berbasis sekolah meningkatkan keterlibatan orangtua. ”Sekolah makin transparan dengan perencanaan dan penggunaan dana BOS,” katanya.
Ketua Komite Sekolah SD Cibuluh, Bogor, Asep Kusnadi menyatakan, setiap bulan pihaknya membuat laporan keuangan penggunaan dana BOS yang dipasang di papan pengumuman. Komite sekolah dan kepala sekolah bekerja sama merancang rencana anggaran sekolah dan memantau pelaksanaannya.
Ketika baru dimulai tahun 2005, dengan alokasi dana Rp 10 triliun dari APBN, ada 39 juta siswa penerima BOS. Unit cost saat itu Rp 235.000 per siswa SD/MI dan Rp 324.500 per siswa SMP/MTs. Tahun 2012, alokasi dana menjadi Rp 27,6 triliun untuk 44 juta siswa. Unit cost siswa Rp 580.000 per siswa SD/MI dan Rp 710.000 per siswa SMP/MTs.
Penggunaan BOS
Karena BOS 2012 mencakup 100 persen biaya operasional, lanjut Musliar, SD dan SMP dilarang memungut apa pun dari siswa. Sebab, BOS juga bisa untuk biaya seperti seragam, sepatu, alat tulis, dan bantuan ongkos transportasi bagi siswa tak mampu. ”Juga untuk membelibuku teks pelajaran dan penerimaan siswa baru,” katanya.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty mengatakan, pihaknya ingin terus bekerja sama dengan Indonesia. ”Agar program BOS lebih efektif,” ujarnya. Bantuan itu banyak untuk pelatihan manajemen, tidak langsung ke sekolah.
Analisis teks di atas berdasarkan:
a.    Identifikasilah ciri-ciri teks eksposisi!
b.    Bedahlah teks tersebut berdasarkan strukturnya!
No.
Uraian
Jawaban
1.
Identifikasilah ciri-ciri teks eksposisi!










2.
Bedahlah teks tersebut berdasarkan strukturnya!


















0 komentar:

Posting Komentar

mohon kritik dan saran
tapi jangan kejam kejam amat yak.huhu