Kamis, 27 Februari 2014

Liburan bermanfaat ? Why not?


Liburan bermanfaat ? Why not?

Libur tlah tiba...
Libur tlah tiba...
Hore ...hore... hore...

Sejatinya, liburan identik dengan menghambur-hamburkan uang, berfoya-foya, dan hura-hura semata. Jika musim liburan telah tiba, maka para mahasiswa akan membuat ancang-ancang tentang destinasi liburannya. Tak hanya ancang-ancang destinasinya saja, namun juga budget yang tak kalah fantastisnya. Apalagi dengan image mahasiswa, liburan nggak kemana-mana? Oh, no!
            Tak jarang ditemukan apabila musim liburan telah tiba, maka mahasiswa berlomba-lomba mengunggah foto terbaiknya. Bermacam-macam foto akan diunggah ke jejaring sosial masing-masing dengan background tempat-tempat yang indah, hotel-hotel mewah, restoran mahal dengan lampu yang berkelap kerlip menerpa dari setiap sudut ruangan. Terbayangkan berapa uang yang harus dikeuarkan untuk semua itu?
            Dengan status mahasiswa yang pastinya belum punya pekerjaan tetap untuk mendapatkan uang, sudah barang tentu uang tersebut didapatkan dengan menengadahkan tangan, sedikit tangisan dan tampang belum makan kepada orang tua. Bagi orang tua yang mampu, dengan sekali gesekan kartu ia mampu memberikan semua itu, namun bagaimana nasib yang kurang mampu? Sudah bisa dibayangkan bukan? Sekalipun mampu, tapi hasilnya nanti seringkali tidak bermanfaat.
            Sejatinya liburan tidak hanya saja sekedar hura-hura, namun bisa juga belajar dewasa. Liburan tidak hanya bisa dinikmati dengan jalan-jalan keluar negeri dan membeli barang barang branded saja. Kita bisa pergi berlibur ke kampung halaman teman-teman satu kampus. Pastinya mahasiswa di kampus berasal dari tempat-tempat yang berbeda. Ada yang dari kota ataupun desa. Kita bisa pergi ke desa dan membantu orang-orang disana. Hitung-hitung bakti mahasiswa. Jalan-jalan ke desa tak kalah menariknya dengan jalan-jalan ke luar negeri. Tentunya akan banyak pengalaman menarik yang menanti.
Bagi yang tidak ingin kemana-mana. Liburan bisa diisi dengan membantu orang tua di rumah saja. Jika tak ada yang bisa dibantu ada kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat dari sekedar hura-hura semata. Tak ada salahnya kan jika liburan dimanfaatkan menyalurkan hobi yang selama ini tertunda akibat tugas perkuliahan? Apalagi jika hobi tersebut dapat menambah pundi-pundi keuangan. Mengingat setelah datangnya liburan, uang kuliah semester pun menanti. Meringankan beban orang tua, pasti!
            Ya, mahasiswa sejatinya belum bisa mencari uang sendiri. Mungkin hanya 10% dari seluruh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Yang lainnya? Ada yang kuliah sambil kuliah, dan ada juga yang kuliah sambil bermain.
            Pada masa liburan ini, tak ada salahnya mahasiswa memanfaatkan liburan yang cukup lama ini untuk kegiatan yang bermanfaat. Apalagi jika kegiatan yang bermanfaat tersebut dapat menghasilkan uang. Menghasilkan uang? Menghasilkan uang dengan latar belakang mahasiswa bukan hanya dengan sekedar menjadi pelayan toko atau semacamnya saja. Namun juga bisa dengan berwirausaha. Liburan medapatkan uang? Hitung-hitung latihan menyambut dunia kerja sambil menyalurkan hobi. It’s a good choise, isn’t it?
Ada beberapa alternatif agar liburan lebih bermanfaat dan menghasilkan uang. Pertama, craft person. Craft person adalah semacam pengrajin yang membuat suatu benda. Sebagai mahasiswa cerdas dan punya bakat seni, pilihan yang satu ini patut dicoba. Kita dapat membuat gelang, kalung, dan sebagainya yang menyangkut mahasiswa. Jika telah selesai, barang-barang tersebut bisa difoto dan dimasukan ke jejaring sosial. Jadi jejaring sosial bisa menjadi media yang bermanfaat. Kita juga bisa menjualnya langsung kepada teman-teman sesama mahasiswa. Pernak-pernik tersebut akan laris manis di dunia mahasiswa untuk menunjang penampilannya. Mengingat mahasiswa zaman sekarang sangat fashionista dengan prinsip  performance is number one!”.
Kedua,  reseller. Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan kata ini bukan? Apalagi untuk para mahasiswa yang senang belanja online. Tentu sudah akrab sekali dengan kata ini. Ya, reseller adalah sejenis distributor barang yang menyalurkan barang kepada konsumen. Menjadi reseller saat ini sangat mudah. Cukup dengan menjadi produsen yang terpercaya. Kita bisa mengambil sedikit keuntungan dari jasa kita. Kita juga bisa menyalurkan barang lewat jejaring sosial. Menjadi reseller banyak diminati oleh mahasiswa sekarang. Karena pekerjaannya cukup mudah dan keuntungannya lumayan menggiurkan. Pekerjaannya pun tidak menghabiskan banyak waktu. Apalagi mahasiswa perempuan sekarang sangat menomorsatukan penampilan mereka. Maka menjadi reseller merupakan pilihan yang patut diperhitungkan.
Ketiga, junk salesperson. Kita bisa menjadi junk salesperson dengan mendaur ulang barang barang yang sudah tidak terpakai di rumah. Misalnya seperti botol, pakaian, atau apapun. Botol tersebut bisa disulap menjadi tempat pensil. Semakin kreatif akan semakin bagus pula hasil yang akan didapatkan.
Keempat, story writer. Ini adalah pilihan yang sangat disarankan untuk kita semua sebagai mahasiswa.  Menjadi penulis. Sebagai mahasiswa kita bisa menulis apa saja. Dengan cerita suka duka menjadi mahasiswa hingga cerita cinta penuh romansa. Apalagi dewasa ini nyaris semua mahasiswa mempunyai laptop pribadi. Dengan laptop pribadi tersebut tentu akan lebih mudah dibandingkan dengan harus ke rental komputer. Dengan laptop tersebut, kita bisa membuat cerita sesuai dengan hobi masing-masing, bagi yang gemar politik, bisa membuat artikel tentang gonjang-ganjing dunia perpolitikan, dan bagi yang gemar fiksi, bisa membuat cerita pendek yang mengandung pesan moral.  Atau yang lebih mudah, menulis cerita sehari-hari tentang kegiatan mahasiswa dan membagikannya lewat blog atau jejaring sosial. Pastinya hal tersebut akan lebih bermanfaat daripada sekedar update status yang tak jarang mengundang kontroversi. Jika telah terbiasa menulis, kita bisa mengirimkannya ke penerbit. Dan bila dimuat, akan mendapatkan tips yang lumayan untuk menambah pundi-pundi kita sebagai mahasiswa yang krisis ekonomi. Yang biasanya makan mie instant sekarang bisa makan nasi goreng. Jika beruntung, kita bisa menjadi penulis terkenal. Banyak penulis terkenal yang mengawali karirnya dengan menulis di blog mereka.
Jadi, banyak hal bermanfaat yang bisa kita lakukan saat liburan. Bukan hanya menghabiskan uang, namun juga bisa menghasilkan uang. Apalagi jika kita mampu memanfaatkan waktu libur yang sering terbuang sia-sia. Kita juga mendapatkan pengalaman berharga serta pandangan tentang kerasnya dunia kerja. Akan menyenangkan bila kita sebagai mahasiswa bisa meringankan beban orang tua.

0 komentar:

Posting Komentar

mohon kritik dan saran
tapi jangan kejam kejam amat yak.huhu